Mimpi Manusia

Mimpi merupakan salah satu jenis aktivitas alam bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra-indra lain dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement / REM sleep). Dalam mimpi ini, faktor kemampuan otak menjadi pemeran utama.

Mimpi adalah salah satu wujud komunikasi antara tubuh, pikiran, dan jiwa kita. Sebenarnya, sepanjang waktu kita bermimpi, termasuk pada saat kita sadar atau bangun. Hanya saja, proses tersebut berlangsung di alam bawah sadar kita sehingga kita tidak menyadarinya.

Kejadian dalam mimpi sendiri biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata dan juga di luar kontrol sang pemimpi. Pengecualian adalah mimpi yang disebut dengan lucid dreaming dimana pada kondisi tersebut, si pemimpi sadar bahwa ia sedang bermimpi dan terkadang dapat turut mempengaruhi lingkungan atau situasi yang terjadi dalam mimpi tersebut.

Dalam ilmu psikologi, mimpi sebagai kegiatan alam bawah sadar termasuk dalam ranah psikoanalisis. Sementara ilmu yang khusus dalam mempelajari mimpi disebut dengan oneirologi.

hal yang perlu diketahui tentang mimpi :

- Saat ngorok atau mendengkur kita tidak sedang bermimpi.

- Jika kita terbangun pada saat fase tidur mencapai tahap REM (rapid eye movement), seringkali mimpi kita akan terasa lebih nyata daripada saat kita terbangun setelah tidur pulas semalaman.

- Bayi tidak bermimpi mengenai dirinya sampai berumur sekitar tiga tahun. Namun, sejak umur tiga sampai delapahan tahun, mereka akan mendapatkan mimpi buruk yang jauh lebih sering daripada orang dewasa. Itulah sebabnya anak kecil sering menangis sesaat setelah terbangun dari tidurnya.

Berikut ini beberapa fakta menarik yang berhubungan dengan mimpi:

Orang buta juga bermimpi.
Orang yang terlahir buta dalam mimpinya memang tidak melihat ‘gambar’, tapi mereka bermimpi tentang suara, sentuhan, dan emosi yang mereka rasakan. Memang sulit bagi orang normal untuk memahami, tetapi keinginan tubuh untuk tidur dan bermimpi sedemikian kuatnya sehingga bisa mengatasi segala macam hambatan fisiknya.

Semua orang bermimpi.
Semua orang bermimpi, kecuali pada beberapa kasus penyakit jiwa yang parah. Meskipun demikian antara laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan mimpi dan reaksi fisiknya. Laki-laki cenderung bermimpi tentang laki-laki lain, sedangkan mimpi kaum perempuan cenderung berimbang antara laki-laki atau perempuan lain.

Mimpi mencegah gangguan emosi.
Dalam penelitian mengenai tidur, percobaan pada orang yang dibangunkan pada awal mimpi dan tetap diperbolehkan tidur selama delapan jam sehari, setelah tiga hari menjadi kehilangan konsentrasi, gampang marah, mengalami halusinasi, dan tanda-tanda gangguan emosi lainnya.



(tafsir mimpi)

0 comments:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Translate